Blus Kasua - Batik Khas Indonesia- bisa untuk seragam

Blus Kasua - Batik Khas Indonesia bisa untuk seragam


Blus Kasua
Rp 150.000


Bahan Katun Bafec, dan Kain Primisima Batik

 Pemesanan sms / wa ke 085607417153

Blus batik Kasua berbahan katun dan primisima, dengan hiasan benang perak yang membuat penampilan anda semakin cantik. Blus ini bisa dipesan berbagai ukuran, mulai ukuran S sampai Bigsize. Ingin memesannya sebagai seragam juga bisa, pembelian lebih dari 20pcs akan mendapatkan diskon special dari kami

Contoh HIKAYAT -MIMPI DAN IRISAN ROTI

Contoh-contoh HIKAYAT -MIMPI DAN IRISAN ROTI

HIKAYAT
GLM074 Gelang LogamHikayat adalah salah satu bentuk sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama.
Sebuah hikayat dibacakan sebagai hiburan, pelipur lara atau untuk membangkitkan semangat juang.

Contoh-contoh Hikayat:

MIMPI DAN IRISAN ROTI 

Tiga orang musafir menjadi sahabat dalam suatu perjalanan yang jauh dan melelahkan; mereka bergembira dan berduka bersama, mengumpulkan kekuatan dan tenaga bersama.
Setelah berhari-hari lamanya mereka menyadari bahwa yang mereka miliki tinggal sepotong roti dan seteguk air di kendi. Mereka pun bertengkar tentang siapa yang berhak memakan dan meminum bekal tersebut. Karena tidak berhasil mencapai persesuaian pendapat, akhirnya mereka memutuskan untuk membagi saja makanan dan minuman itu menjadi tiga. Namun, tetap saja mereka tidak sepakat.

Malampun turun; salah seorang mengusulkan agar tidur saja. Kalau besok mereka bangun, orang yang telah mendapatkan mimpi yang paling menakjubkan akan menentukan apa yang harus dilakukan.
Pagi berikutnya, ketiga musafir itu bangun ketika matahari terbit. “Inilah mimpiku,” kata yang pertama. “Aku berada di tempat-tempat yang tidak bisa digambarkan, begitu indah dan tenang. Aku berjumpa dengan seorang bijaksana yang mengatakan kepadaku, ‘Kau berhak makan makanan itu, sebab kehidupan masa lampau dan masa depanmu berharga, dan pantas mendapat pujian.”

“Aneh sekali,” kata musafir kedua. “Sebab dalam mimpiku, aku jelas-jelas melihat segala masa lampau dan masa depanku. Dalam masa depanku, kulihat seorang lelaki maha tahu, berkata, ‘Kau berhak akan makanan itu lebih dari kawan-kawanmu, sebab kau lebih berpengetahuan dan lebih sabar. Kau harus cukup makan, sebab kau ditakdirkan untuk menjadi penuntun manusia.”

Musafir ketiga berkata, “Dalam mimpiku aku tak melihat apapun, tak berkata apapun. Aku merasakan suatu kekuatan yang memaksaku bangun, mencari roti dan air itu, lalu memakannya di situ juga. Nah, itulah yang kukerjakan semalam.”

DAFTAR ISTILAH Struktur dan Konstruksi Bangunan

Cincin tarik (cincin containment) – cincin yang berada di bagian bawah struktur cangkang, berfungsi sebagai pengaku

Daktilitas – adalah kemampuan struktur atau komponennya untuk melakukan deformasi inelastis bolak-balik berulang di luar batas titik leleh pertama, sambil mempertahankan sejumlah besar kemampuan daya dukung bebannya;

Defleksi – lendutan balok akibat beban Dinding geser (shear wall, structural wall) – dinding beton dengan tulangan atau pra-tegang yang mampu menahan beban dan tegangan, khusunya tegangan horisontal akibat beban gempa.

Faktor reduksi – suatu faktor yang dipakai untuk mengalikan kuat nominal untuk mendapatkan kuat rencana;

Gaya tarik – gaya yang mempunyai kecenderungan untuk menarik elemen hingga putus.

Gaya tekan – gaya yang cenderung untuk menyebabkan hancur atau tekuk pada elemen. Fenomena ketidakstabilan yang menyebabkan elemen tidak dapat menahan beban tambahan sedikitpun bisa terjadi tanpa kelebihan pada material disebut tekuk (buckling).

Geser – keadaan gaya yang berkaitan dengan aksi gaya-gaya berlawanan arah yang menyebabkan satu bagian struktur tergelincir terhadap bagian di dekatnya. Tegangan geser umumnya terjadi pada balok.

Girder – susunan gelagar-gelagar yang biasanya terdiri dari kombinasi balok besar (induk) dan balok yang lebih kecil (anak balok)

Goyangan (Sideways) – fenomena yang terjadi pada rangka yang memikul beban vertikal. Bila suatu rangka tidak berbentuk simetris, atau tidak dibebani simetris, struktur akan mengalami goyangan (translasi horisontal) ke salah satu sisi.

HPS – singkatan dari high-performance steel, merupakan suatu tipe kualitas
baja

HVAC – singkatan dari Heating, Ventilating, Air Conditioning, yaitu hal yang berhubungan dengan sistem pemanasan, tata udara dan pengkondisian udara dalam bangunan

Selengkapnya ISTILAH Struktur dan Konstruksi Bangunan


http://www.jayasteel.com/

DAFTAR PUSTAKA untuk Struktur Bangunan

DAFTAR PUSTAKA

Allen, Edward (1999). Fundamental of Building Construction: Materials and Methods. John Willey and Sons Inc.

Amon, Rene; Knobloch, Bruce; Mazumder, Atanu (1996). Perencanaan Konstruksi Baja untuk Insinyur dan Arsitek, jilid 1 dan 2. Jakarta. Pradya Paramita

Anonim (2005). Standard Handbook for Civil Engineering. McGraw-Hill Companies.

Anonim (1979). Peraturan Kontruksi Kayu Indonesia NI-5 I 1961. Bandung. Yayasan LPMB Dep. PUTL

Anonim (1983). Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung. Bandung. Yayasan LPBM

Anonim. Undang-undang no. 18 tahun 1999, tentang Jasa Konstruksi.

Anonim (2002). SNI 03-1729-2002. Tata cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung.

Anonim (2002). SNI 03-2847-2002. Tata cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung

Anonim. Undang-undang no. 28 tahun 2002, tentang Bangunan Gedung.

Anonim. Undang-undang no. 38 tahun 2004, tentang Jalan.

Anonim. Keputusan Presiden nomor 80 tahun 2003, tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Anonim. Keputusan Presiden nomor 61 tahun 2004, tentang Perubahan atas Keputusan Presiden nomor 80 tahun 2003, tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Anonim. Keputusan Presiden nomor 32 tahun 2005, tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Presiden nomor 80 tahun 2003, tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Anonim. Keputusan Presiden nomor 70 tahun 2005, tentang Perubahan Ketiga atas Keputusan Presiden nomor 80 tahun 2003, tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Anonim. Keputusan Presiden nomor 8 tahun 2006, tentang Perubahan Keempat atas Keputusan Presiden nomor 80 tahun 2003, tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Anonim. Keputusan Presiden nomor 79 tahun 2006, tentang Perubahan Kelima atas Keputusan Presiden nomor 80 tahun 2003, tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.


Anonim. Keputusan Presiden nomor 85 tahun 2006, tentang Perubahan Keenam atas Keputusan Presiden nomor 80 tahun 2003, tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Bowles, Joseph E. (1997) Foundation Analysis & Design, fifth edition. McGraw-HillCompanies.

Brockenbrough, Roger. L. dan Boedecker, Kenneth J. (2003). Highway Engineering Handbook. McGraw-Hill.

CEB-FIP (2004). Planning and Design Handbook on Precast Building Structures. BFT Betonwerk.

Chen, Wai-Fah & Duan, Lian (2000). Bridge Engineering Handbook. CRC Press LLC.

Chen, Wai-Fah & M. Lui, Eric (2005). Handbook of Structural Engineering. CRC Press LLC.

Ching, Francis DK & Cassandra, Adams (2001). Building Construction Illustrated, third edition. John Wiley & Sons, Inc.

Dipohusodo, Istimawan (1994). Struktur Beton Bertulang, berdasarkan SK SNI T-15- 1991-03 Departemen Pekerjaan Umum RI. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.

Dipohusodo, Istimawan (1996). Manajemen Proyek dan Konstruksi. Yogyakarta. Kanisius.

Engel, Heinrich (1981). Structure Systems. Van Nostrand Reinhold Company. 

Ervianto, Wulfram I. (2005). Manajemen Proyek Konstruksi. Yogyakarta. Andi Ofset.

Gaylord Jr, Edwin H; Gaylord, Charles N.; dan Stallmeyer, James E. (1997) Structural Engineering Handbook, 4th. McGraw-Hill.

Gere dan Timoshenko (1994). Mechanics of Materials Third Edition. Massachussetts. Cahapman&Hall.

Gurki, J. Thambah Sembiring (2007). Beton Bertulang. Bandung. Rekayasa Sains.

Hibbeler, Russell C (2002). Structural Analysis, fifth edition. Prentice Hall.

Hodgkinson, Allan (1977). AJ Handbook of Building Structure. London. The Architecture Press.

Leet, Kenneth M. & Uang, Chia-Ming (2002). Fundamentals of Structural Analysis. McGraw-Hill.

Macdonald, Angus J. (2002). Struktur dan Arsitektur, edisi kedua.Jakarta. Erlangga

Merritt FS & Roger L Brocken Brough (1999). Structural Steel Designer’s Handbook. McGraw-Hill.

Millais, Malcolm (1999). Building Structures, A conceptual approach. London. E&FN Spoon.

Moore, Fuller (1999). Understanding Structures. McGraw-Hill Companies.

Mulyono, Tri (2005). Teknologi Beton. Yogyakarta. Andi Offset.

Nilson, Arthur H., Darwin, David, Dole, Charles W. (2004). Design of Concrete Structures, thirdteenth edition. McGraw-Hill Companies.

Oentoeng (1999). Konstruksi Baja. Yogyakarta. Andi Ofset.

Patterson, Terry L. (2003). Illustrated 2003 Building Code Handbook. McGraw-Hill.

R. Sagel; P. Kole; Kusuma, Gideon H. (1994). Pedoman Pengerjaan Beton; Berdasarkan SKSNI T-15-1991-03. Jakarta. Erlangga.

R. Sutrisno (1984). Bentuk Struktur Bangunan dalam Arsitektur Modern. Jakarta. Gramedia.

Salmon, Charles G., Johnson, John E. & Wira M (penterjemah) (1991). Struktur Baja, Disain dan Perilaku, jilid 1 dan 2, Edisi kedua. Jakarta. Erlangga.

Salvadori, Mario & Levy, Matthys (1986). Disain Struktur dalam Arsitektur. Jakarta. Erlangga.

Schodek, Daniel L. (1999). Struktur (Alih Bahasa) edisi kedua. Jakarta. Erlangga.

Schuler, Wolfgang (1983). Horizontal-Span Building Structures. John Wiley & Sons, Inc.

Schuler, Wolfgang (1989). Struktur Bangunan Bertingkat Tinggi. Bandung. Eresco.

Soegihardjo & Soedibjo (1977). Ilmu Bangunan Gedung. Depdikbud. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.

Sumarni, Sri (2007). Struktur Kayu. Surakarta. UNS Press.

Supriyadi, Bambang & Muntohar, Agus Setyo (2007). Jembatan. Yogyakarta. Beta Offset.

TY Lin & SD Stotesbury (1981). Structural Concepts and Systems for Architects and Engineers. New York. John Wiley & Sons, Inc

WC Vis & Kusuma, Gideon (1993). Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang. Jakarta. Erlangga

NSPM Kimpraswil (2002). Metode, Spesifikasi dan Tata Cara, bagian 8: Bendung, Bendungan, Sungai, Irigasi, Pantai. Jakarta. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Badan Penelitian dan Pengembangan.

Forest Products Laboratory USDA (1999). Wood Handbook: Wood as an Engineering Material. Forest Cervice Madison Wisconsin

Pembangunan Perumahan (2003). Buku Referensi untuk Kontraktor Bangunan Gedung dan Sipil, Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama

http://globalmuliaperkasa.com/depo-air-minum-isi-ulang-paket-cantik-dan-lengkap.html

Struktur Dinding dengan Paku

Struktur dinding ini diselenggarakan bersama-sama dengan pekerjaan penggalian atau pemotongan tanah (excavation). Tanah diperkuat saat dilakukan pemotongan. Perkuatan dengan paku ini menggunakan batang yang ditanam satu dengan yang lain dengan sudut miring ke bawah sebesar 38o dari bidang datar tanah (Gambar). Penanaman paku dilakukan dari atas ke bawah (Gambar).

Sedangkan penyelenggaraan dinding yang relatif tipis dilakukan dari bawah ke atas. Kesuksesan pemasangan ini sangat tergantung dari: (1) pemilihan tanah yang cocok untuk penanaman paku, (2) penggunaan bahan yang berkualitas, dan kelengkapan peralatan yang cocok. Tanah yang cocok umumnya berupa tanah kohesif, pasir yang diperkeras, atau batu pecah yang dipadatkan.
Gambar Perilaku perkuatan dinding dengan paku

Tahapan pemasangan dinding dengan paku (nailed Wall) dilustrasikan seperti sebagaimana gambar. Pada tahap 1 dilakukan pemotongan tanah. Tinggi pemotongan ini harus diperhitungkan agar pemotongan tidak terlalu tinggi untuk mencegah keruntuhan. Pada tahap 2 dilakukan pengeboran untuk pemasangan paku. Tahap 3 adalah pemasangan paku. Perlu diingat pemasangan disarankan dari atas ke bawah sebagai upaya untuk keamanan pelaksanaan konstruksi, yakni mengindarkan keruntuhan tanah saat pelaksanaan. Pada tahap selanjutnya dilakukan pelapisan dinding, yang disemprotkan untuk kecepatan pelapisan.

 
Gambar  Tahapan Konstruksi dinding dengan paku atau jangkar


Dinding Penahan (Retaining Wall): Tekanan Lateral Tanah dan Struktur Penahan Tanah
Selengkapnya tentang PONDASI

Kestabilan terhadap Guling (Dinding Penahan Tanah)

Untuk pendekatan keamanan terhadap bahaya guling dari dinding penahan yang mengandalkan berat (gravity wall) dan semi gravity wall, dapat digunakan kriteria sebagaimana ditunjukkan Gambar .
Gambar Kestabilan dinding penahan: (a) gravity dan (b) semi gravity


Kestabilan untuk dinding penahan gravity dan semigravity

Letak resultan Momen pada daerah telapak (toe)
D = Wa + Pve –PH b / (W + PV)
Asumsi Pp (tekanan tanah pasif )di sebelah kiri diabaikan

Guling pada dinding gravity dan semi gravity
Momen pada daerah telapak
Fs = Wa / (PH b – Pv e ≥ 1.50
Fs = Faktor keamanan / Factor of Safety


Abaikan bahaya guling jika diagram resultan (R) jatuh pada daerah sepertiga tengah dasar telapak
Fs = (W + PV) Tan δ + Ca B / PH > 1.50
Fs = (W + PV) Tan δ + Ca B + PP/ PH > 1.50
Ca = Adhesi antara tanah dengan dasar bahan dinding dengan tanah
Tan δ = kuat geser tanah
W = berat dinding termasuk tanah pada dinding

Data tanah relevan untuk pendekatan perhitungan tekanan tanah lateral dan kestabilan dinding penahan dapat ditunjukkan pada Tabel  tentang Properti tanah untuk perhitungan tekanan tanah aktif Rankine dan
Tabel, tentang Faktor gesek untuk perhitungan dinding penahan.


Tabel Properti tanah untuk perhitungan tekanan tanah aktif Rankine

Tabel Faktor gesek untuk perhitungan dinding penahan




Kestabilan Geser Dinding Penahan

Untuk memberikan kekuatan yang cukup melawan geseran horisontal, dasar dinding penahan harus memeiliki kedalaman minimum 3 ft (1m) di bawah muka tanah. Untuk dinding permanen, kekuatan tersebut harus stabil tanpa adanya struktur penahan pasif di bagian kaki dinding. Jika syarat kekuatan diatas tak mencukupi, dapat ditambahkan pengunci geser di bawah telapak pondasi atau tiang pancang untuk menahan geseran. Selain persyaratan kekuatan tersebut, harus dipertimbangkan pula adanya kemungkinan bahaya erosi akibat aliran maupun pengaruh hujan. Bagian-bagian utama dari struktur dinding penahan terhadap geser dapat ditunjukkan pada gambar .

Gambar  Bagian struktur dinding penahan tanah
 

Elemen-elemen Sistem Struktur Bangunan : Proses Analisis

STATIKA BANGUNAN
 

Elemen-elemen Sistem Struktur Bangunan

Struktur bangunan adalah bagian dari sebuah sistem bangunan yang bekerja untuk menyalurkan beban yang diakibatkan oleh adanya bangunan di atas tanah. Fungsi struktur dapat disimpulkan untuk memberi kekuatan dan kekakuan yang diperlukan untuk mencegah sebuah bangunan mengalami keruntuhan. Struktur merupakan bagian bangunan yang menyalurkan beban-beban. Beban-beban tersebut menumpu pada elemenelemen untuk selanjutnya disalurkan ke bagian bawah tanah bangunan, sehingga beban-beban tersebut akhirnya dapat di tahan.

Sejarah Perkembangan Sistem Struktur


Klasifikasi Struktur

Elemen-elemen Utama Struktur

Satuan Struktur Utama dan Penggabungannya 
Kriteria desain struktur
Pembebanan pada Struktur

MODEL STATIK.

Macam-macam Gaya dalam Struktur Bangunan
Proses Analisis

Langkah-langkah dasar proses analisis struktur dilaksanakan dengan tujuan untuk menentukan kekuatan struktur sesuai kondisi yang direncakan. Secara umum, langkah-langkah dasar proses analisis adalah:

1. Menentukan perilaku struktur, menganalisis menjadi elemen-elemen dasar, serta membuat model kondisi batas elemen sehingga keadaan gabungan struktur yang sesungguhnya dapat direpresentasikan. Pemodelan menggunakan anggapan mengenai gaya dan momen pada elemen struktur tersebut. Pemodelan yang digunakan dapat sederhana misalnya balok di atas tumpuan sederhana, atau pemodelan yang cukup rumit misalnya balok pada struktur rangka yang mempunyai titik hubung kaku, dan yang mengharuskan peninjauan struktur secara lebih luas yang melibatkan bagian-bagian struktur yang lain.

2. Menentukan sistem gaya eksternal yang bekerja pada struktur yang ditinjau. Hal ini sering melibatkan langkah-langkah seperti bagaimana beban penggunaan yang bekerja pada permukaan yang dipikul oleh elemen-elemen struktural dapat disalurkan ke tanah. Hal ini diperlukan untuk mengetahui bagian mana dari beban total yang dipikul oleh setiap elemen struktur yang berhubungan. Dengan demikian cukup atau tidaknya kebutuhan elemen struktur dapat diketahaui.

3. Menentukan dan menerapkan prinsip-prinsip keseimbangan, momen dan gaya-gaya reaksi yang timbul sebagai akibat adanya gaya-gaya eksternal. Untuk struktur statis tertentu dengan menerapkan persamaan-persamaan keseimbangan statika, yaitu ΣFx=0, ΣFy=0, dan ΣMo=0. Untuk model struktur yang lebih kompleks adalah struktur statis tak tentu maka diperlukan metode penyelesaian khusus.

4. Menentukan perilaku-perilaku momen dan gaya internal yang timbul dalam struktur sebagai akibat gaya-gaya eksternal. Pada elemenelemen kaku linear seperti balok pada umumnya, hal ini melibatkan penentuan besar dan distribusi momen secara geser internal dalam struktur.

5. Menentukan kekuatan elemen struktur agar cukup kuat untuk memikul gaya-gaya internal tersebut tanpa mengalami kelebihan tegangan maupun deformasi. Hal ini berarti melibatkan perhitungan tegangan yang terkait dengan gaya internal yang ada serta membandingkan tegangan tersebut dengan tegangan yang aman untuk dipikul oleh material yang digunakan. Perkiraan tegangan aktual memerlukan tinjauan jumlah dan distribusi material dalam struktur.

Aksi Gaya Eksternal Pada Struktur

Bagaimana caranya mengukur keliling bumi? – Eratosthenes

Bagaimana caranya mengukur keliling bumi? – Eratosthenes

KPR01 Kalung PerakEratosthenes adalah cendekiawan Yunani yang hidup di Alexandria, sebuah kota di Mesir. Dari pengamatan sederhana yang dilakukan, ia mampu mengukur ukuran seluruh planet. Eratosthenes tahu bahwa jarak luar biasa antara matahari bumi, sinarnya mencapai Alexandria dan Syene dalam berkas-berkas sinar sejajar yang berdampingan.

Jika bumi datar maka bayangan akan lenyap di seluruh dunia pada tanggal 21 Juni.
Namun, ia memperkirakan karena bumi melengkung, tembok-tembok dan tiang-tiang di Alexandria sekitar 800 km sebelah utara Syene menonjol dari permukaan bumi dengan sudut berbeda.

Jadi pada tengah hari pertama musim panas, Eratosthenes menghitung bayangan yang ditimbulkan oleh tiang-tiang batu di luar museum. Karena ia tahu ketinggian tiang-tiang batu itu, ia dapat membayangkan garis dari puncak tiang-tiang batu itu ke ujung bayangan, membuat segitiga yang dapat dihitung. Setelah menggambar segitiga itu, Eratosthenes memakai rumus geometri sederhana untuk membuktikan puncak kemiringan tiang-tiang batu itu memiliki kemiringan dari Matahari sedikit di atas 70.

karena tidak ada bayangan pada tengah hari di Syene di hari pertama musim panas, sudut di Syene 00, atau tidak ada sudut sama sekali. Hal ini berarti Alexandria berjarak 70 lebih sedikit dari Syene sepanjang keliling bumi.

Semua lingkaran memiliki 3600, dan keliling bumi bukan perkecualian. Sudut 70 antara dua kota itu sekitar 1/50 lingkaran. Jadi Eratosthenes mengalikan jarak antara Syene dan Alexandria sekitar 800 km dengan angka 50, mendapatkan angka 40.000 untuk jarak keliling bumi. Para astronom modern menghitung keliling bumi tepatnya 40.061 km.

dari Buku Sekolah

Black Love (Jung and Kim) III

Black Love (Jung and Kim) III

Tulisan berikut disalin dari http://ayuna.duwur.com/107-black-love-jung-and-kim-iii Bagian satu dan dua dapat dilihat di blog tersebut.

Seperti yang dijanjikan Shin, bahwa hari ini ia akan kembali Seoul. Kim, Ibunya dan Jung menunggu kedatangan Shin di Incheon International Airport. Tak ada harapan yang berlebihan, kembalinya Shin sudah merupakan kebahagiaan bagi . Tak ada harapan yang berlebihan, kembalinya Shin sudah merupakan kebahagiaan bagi mereka.
“Kim.. ayo.. kita pulang saja, mungkin ia kembali berbohong pada kita lagi, ia tak akan kembali” kata Ibu Kim lirih
“tunggu saja bu.” Kim menimpali
“Kim, kau yakin… yang menelponmu kemarin lusa itu Shin? Dia mengatakan penerbangannya ke Seoul jam berapa?”
“Iya kemarin dia menelponku lagi, ia mengikuti penerbangan pukul 11 siang” Kim menjelaskan dengan wajah yang kebingungan
“ya… kita tunggu saja..” Kata Ibu sambil memainkan tangannya yang tua dimakan waktu
“Ibu ingin minum? Kubelikan teh ya…” Tanya Jung dengan penuh perhatian
“tidak Jung… terima kasih…Jung… maaf kalau Shin sudah membuatmu menunggu selama ini, ia bahkan membatalkan pernikahan kalian dengan keegoisannya…” ujar Ibu sambil tersedu-sedu.
“ibu… jangan mengungkit masalah itu didepan Jung” Kim menegaskan
“tidak apa bu.. aku sudah memaafkannya…” bisik Jung lirih
Sudah satu jam mereka menunggu kedatangan Shin, tapi yang ditunggu tidak muncul juga. Saat mereka ingin pulang dan menganggap bahwa pernyataan Shin di telepon hanya kebohongan belaka. Shin muncul didepan mereka.
“Ibu…” Shin menyapa lirih
“Shin… oh… Shin… kemana saja kau? Mengapa tidak ada kabar sampai begitu lama? Bagaimana keadaanmu nak? Kau sehat-sehat saja… kau semakin dewasa sekarang… lihatlah dirimu.. oh Shin…”
“ibu… “ kata Shin sambil terisak tangis, dipeluk ibunya yang hangat, Shin menangis sebisa-bisanya
“Aku selalu mengirimkan surat untuk Ibu dan Kim.. mengabarkan bagaimana aku disana, aku tak bisa melupakan ibu dan Kim begitu saja… hanya Ibu dan Kim yang kumiliki didunia ini…”
“Surat? Kapan kau mengirimnya? Sama sekali aku tak menerimanya…” tanya Ibu kebingungan
“Kim… Bagaimana kabarmu?” kata Shin sambil memeluk adiknya yang sudah lebih tinggi darinya
“…”Kim terdiam membisu, tak ada kata-kata yang terlontar dari mulutnya. Dia menatap Shin lekat-lekat, mencoba mempercayai ia adalah Shin yang selama ini pergi meninggalkannya dan ibunya.
“Ibu… aku selalu mengirimi kalian surat setiap dua minggu sekali.. selama 6 tahun ini. apakah ibu tak pernah membacanya?” tanya Shin menggebu-gebu
“tidak pernah… tapi Shin… aku bersyukur kau akhirnya kembali ke Seoul”
“Ah??…. Jung… sedang apa kau disini…?” tanya Shin terkejut melihat Jung
“Aku menunggumu Shin… kemana saja kau? Mengapa tak mengabariku? Mengapa harus lari dariku? Mengapa Shin? Aku sudah menunggumu selama 6 tahun.. apakah aku kurang setia kepadamu?” Sambil memeluk Shin rapat-rapat
“Shin…” kata wanita dibelakang Shin dengan lirih dan rasa terkejut
“Jung… Maaf… aku sudah memberitahumu, kalau hubungan kita tak bisa diteruskan lagi, dan aku ingin berkarir, aku tidak memilih keputusan yang pertama, tapi yang kedua. tidak kah kau menerima suratku 6 tahun yang lalu?”
“surat?… surat apa?” tanya Jung dengan bingung
“Iya.. dua minggu sebelum hari itu, aku menitipkan surat untukmu kepada Kim, tidakkah kau membacanya?”
“Kim…?”tanya Jung sambil memandang benci pada Kim
“Ibu… Kim.. Jung… Mari kukenalkan dengan tunanganku Seoyun.. Seoyun… ini ibu dan adikku.. dan ini Jung temanku”
“Ibu… aku pulang dulu.. sepertinya aku tak pantas berada disini” Kata Jung dengan tegas, namun air matanya tak bisa dibendung lagi..
“Shin… tidakkah kau mengerti perasaan Jung? Ia sudah menunggumu selama 6 tahun… bisa kah kau mengerti perasaannya sedikit?” tanya ibunya lirih
“tidak apa bu… aku tidak apa… Shin.. Seoyun.. selamat atas pertunangan kalian, aku pergi dulu, Shin kau salah kalau mempercayakan Kim untuk mengantarkan penjelasan mengenai keinginanmu… Jangan pernah libatkan orang lain dalam penyelesaian masalahmu. Aku tau tak seharusnya aku mengharapkanmu” kata Jung dengan tubuh yang gemetaran
“Jung!!!” teriak Kim sambil menggapai tangan Jung yang gemetaran
“Kim… lepaskan tanganku.. jangan pernah menemuiku lagi” Jung melepaskan tangannya dari cengkraman Kim dan lari sebisanya
“Jung!!!” teriak Kim sambil berlari mengejar Jung.
“Ada apa ini bu?” tanya Shin kebingungan tak mengerti situasi yang terjadi
“Sudahlah, kita pulang dulu, ceritanya panjang Shin. Dan ini semua juga karena kesalahanmu”
“Aku salah apa bu?”
“Sudahlah… kita bahas dirumah… Seoyun.. namamu cantik seperti wajahmu… bisakah kau membantuku berjalan?”
“ah? Terima kasih bu… baik…” kata Seoyun sambil melirik Kim dan Jung yang berkejaran, lalu melirik tunangannya yang sedang kebingungan
“Shin… ada apa ini sebenarnya? Kau harus menjelaskannya padaku ya…” bisik Seoyun dengan halus pada Shin
“Aku juga tidak mengerti, kita pulang saja dulu ya” Shin
Cerita antara Jung dan Shin sudah berakhir seketika, saat mengetahui kebenaran semuanya… Ibu, Shin dan Seoyun pulang menuju rumah mereka. Sedangkan Kim dan Jung…
Karya Ayuna Kusuma
Nantikan kelanjutannya…..

Ciri-Ciri Khusus Beberapa Tumbuhan

Ciri-Ciri Khusus Beberapa Tumbuhan

1. Rongga Udara pada Batang dan Akar Teratai
Teratai biasanya hidup terapung di kolam atau danau.
Daun teratai lebar dan tipis, sehingga mempermudah penguapan air dari tanaman tersebut dan penyerapan cahaya matahari.
Batang dan akar teratai memiliki rongga-rongga udara. Rongga-rongga ini berfungsi membawa oksigen ke batang dan akar sehingga teratai dapat bernapas walaupun batang dan daun akar terendam dalam air.
Seperti teratai, eceng gondok pun hidup terapung di kolam atau danau. Bentuk daun, batang, dan akarnya membuat eceng gondok tumbuh terapung di air.

2. Batang Penyimpan Air pada Kaktus
Kaktus hidup di gurun. Kaktus harus mengumpulkan dan menyimpan air sebanyak mungkin pada saat hujan tiba. Kaktus menyimpan air dalam batangnya yang berdaging. Daunnya berbentuk duri atau seperti jarum sehingga permukaannya kecil. Dengan permukaan daun yang kecil kaktus dapat mengurangi penguapan air sehingga tanaman tetap tumbuh.

3. Nektar Pemikat Serangga pada Kantung Semar
Beberapa tumbuhan tidak dapat membuat makanannya sendiri, tetapi mempunyai cara untuk mendapatkan makanan siap santap dari mana saja.
Kantung semar,  tumbuhan ini merupakan tumbuhan khas yang ada di daerah rawa-rawa. Daerah ini memiliki kandungan nitrogen yang sedikit sehingga tidak mencukupi kebutuhan tumbuhan yang hidup di sana. Untuk memenuhi kebutuhannya kantung semar sangat bergantung pada serangga sebagai makanannya karena serangga mengandung banyak nitrogen. Tumbuhan dapat kantung semar menangkap serangga.
Tumbuhan kantung semar memiliki daun yang berbentuk seperti piala. Dinding daun ini akan mengeluarkan nektar untuk memikat serangga. Serangga yang terpikat oleh nektar akan hinggap pada dinding daun yang licin sehingga tergelincir dan terjatuh ke dalam cairan yang ada di dasar daun. Cairan ini akan menguraikan dan melarutkan serangga yang kemudian akan diserap oleh tubuh kantung semar.

4. Bau Bangkai pada Bunga Rafflesia
Tumbuhan ini bernama Rafflesia arnoldi yang merupakan tanaman langka, bunga yang berbau busuk seperti bangkai.
Bunganya berbau bangkai. Bau bunga ini untuk menarik perhatian lalat. Lalat diperlukan oleh bunga Rafflesia untuk membantu terjadinya penyerbukan.

Sumber: Buku Sekolah

Gadis Peminta-minta – Contoh Puisi karya Toto Sudarto Bachtiar

Gadis Peminta-minta – Contoh Puisi karya Toto Sudarto Bachtiar

Kantong Souvenir 01Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa
.
Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Gembira dari kemayaan riang
.
Duniamu yang lebih tinggi dari menata katedral
Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal
Jiwa begitu murni, terlalu murni
Untuk bisa membagi dukaku
.
Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil
Bulan di atas itu, tak ada yang punya
Dan kotaku, ah kotaku
Hidupnya tak lagi punya tanda
.
karya Toto Sudarto Bachtiar (Suara, 1956)

99 ASMA-UL-HUSNA MENURUT Riwayat BUKHARI dan TURMUDZI

99 ASMA-UL-HUSNA MENURUT Riwayat BUKHARI dan TURMUDZI
1. ar-Rohman Maha Pengasih
2. ar-Rohim Maha Penyayang
Tas Nonni3. al-Malik Maha Merajai
4. al-Quddus Maha Suci
5. as-Salam Maha Penyelamat
6. al-Mukmin Maha Mengamankan
7. al-Muhaimin Maha Pembela
8. al-Aziz Maha Mulia
9. al-Jabbar Maha Pemaksa
10. al-Mutakabbir Maha Besar
11. al-Khaliq Maha Pencipta
12. al-Mushawwir Maha Pembentuk
13. al-Ghaffar Maha Pengampun
14. al-Qahir Maha Keras
15. al-Wahhab Maha Pemberi
16. ar-Razzaq Maha Penganugerah
17. al-Fattah Maha Pembuka
18. al-Alim Maha Mengetahui
19. al-Qabidh Maha Memegang
20. al-Basith Maha Menghamparkan
21. al-Khafidh Maha Memudahkan
22. ar-Rafi’ Maha Mengangkat
23. al-Mu’iz Maha Memuliakan
24. al-Muzil Maha Merendahkan
25. as-Sami’ Maha Mendengar
26. al-Bashir Maha Melihat
27. al-Hakam Maha Bijaksana
28. al-Adlu Maha Adil
29. al-Latif Maha Halus
30. al-Khabir Maha Selidik
31. al-Halim Maha Penyantun
32. al-Azhim Maha Agung
33. al-Ghafur Maha Pengampun
34. as-Syakur Maha Mensyukuri
35. al-Aliyya Maha Tinggi
36. al-Kabir Maha Besar
37. al-Hafizh Maha Melindungi
38. al-Muqith Maha Menentukan
39. al-Hasib Maha Memperhitungkan
40. al-Jalil Maha Utama
41. al-Karim Maha Mulia
42. al-Raqib Maha Pengawas
43. al-Mujib Maha Memperkenankan
44. al-Wasi’ Maha Luas
45. al-Hakim Maha Bijaksana
46. al-Wadud Maha Cinta
47. al-Majid Maha Jaya
48. al-Ba’its Maha Pembangkit
49. as-Syahid Maha Menyaksikan
50. al-Haq Maha Hak
51. al-Wakil Maha Mengatasi
52. al-Qawiyyu Maha Kuat
53. al-Matin Maha Teguh
54. al-Waliyyu Maha Setia
55. al-Hamid Maha Terpuji
56. al-Muhshi Maha Menghitung
57. al-Mubdi’u Maha Memulai
58. al-Mu’id Maha Mengembalikan
59. al-Muhyi Maha Menghidupkan
60. al-Mumit Maha Mematikan
61. al-Hayyu Maha Hidup
62. al-Qayyim Maha Tegak
63. al-Wajid Maha Mengadakan
64. al-Maajid Maha Mulia
65. al-Wahid Maha Esa
66. al-Ahad Maha Esa
67. as-Shamad Maha Pergantungan
68. al-Qadir Maha Kuasa
69. al-Muqtadir Maha Pemberi Kuasa
70. al-Muqaddim Maha Mendahulukan
71. al-Muakhir Maha Mengakhirkan
72. al-Awwal Maha Permulaan
73. al-Akhir Maha Kemudian
74. az-Zhahir Maha Zhahir
75. al-Bathin Maha Bathin
76. al-Wali Maha Melindungi
77. al-Muta’alli Maha Meninggikan
78. al-Barr Maha Penyantun
79. at-Tawwabu Maha Penerima Tobat
80. al-Muna’am Maha Pemberi ni’mat
81. al-Muntiqam Maha Pembela
82. al-Afuwwu Maha Pemaaf
83. ar-Ra’uf Maha Belas Kasih
84. Malikul-Muluk Maha Raja di raja
85. Zul Jalali Wal Ikram Maha Luhur dan Mulia
86. al-Muqsith Maha Menimbang
87. al-Jami’ Maha Mengumpulkan
88. al-Ghani Maha Kaya
89. al-Mughni Maha Mengkayakan
90. al-Mani Maha Menghalangi
91. ad-Dharr Maha Memudharatkan
92. an-Nafi’ Maha Pemaaf
93. an-Nur Maha Cahaya
94. al-Hadi Maha Menunjuki
95. al-Badi Maha Pencipta yg baru
96. al-Baqi Maha Kekal
97. al-Warits Maha Pewaris
98. ar-Rasyid Maha Cendikiawan
99. as-Shabur Maha Penyabar

Perubahan Wujud Zat (AIR)

Perubahan Wujud Zat (AIR)

Selengkapnya tentang Perubahan Wujud Zat (AIR) dapat dilihat disini.

Perubahan wujud zat dapat berubah dari wujud yang satu ke wujud yang lain. Berikut perubahan wujud yang terjadi pada zat, yaitu :
1) Mencair
Perubahan wujud zat padat menjadi cair disebut mencair. Saat zat mencair memerlukan energi kalor. Contoh peristiwa mencair, antara lain: es dipanaskan, lilin dipanaskan dll
2) Membeku
Perubahan wujud zat cair menjadi padat disebut membeku. Pada saat zat membeku melepaskan energi kalor. Contoh peristiwa membeku, antara lain : air didinginkan di bawah 00C, lilin cair didinginkan, dll
3) Menguap
Perubahan wujud zat cair menjadi gas disebut menguap. Pada saat tersebut zat memerlukan energi kalor. Contoh, antara lain: minyak wangi, air dipanaskan sampai mendidih, dll
4) Mengembun
Perubahan wujud zat gas menjadi cair disebut mengembun. Saat terjadi pengembunan zat melepaskan energi kalor. Contoh, antara lain : gelas berisi es bagian luarnya basah, titik air di pagi hari pada tumbuhan, dll
5) Menyublim [.....]
busana muslim busana muslim Blus terbaru
Memuat...

Komentar Teman-teman

dari GMP: Setting AMDK dan Filter

... Peluang Usaha - Program Butik Online Tanpa Modal

Program Butik Online tanpa modal adalah program terbaru dari Mode Ok-Rek dengan misi untuk mendukung penjual/reseller ok-rek semakin kreatif dalam mengolah pasarnya, dan memberikan pencerahan pada dunia fashion .... Selengkapnya >>>
Persewaan Alat Pesta, Tenda /terop, meja kursi, alat makan di Sidoarjo dan Surabaya.

.


.
.
.














Wiremesh murah hubungi Afandi
0878 525 808 85; 082140 031 207.
Ada juga besi beton murah.

Desain dan Produksi Mode dan Busana

Tampil di blog ini