Riwayat Singkat Alm Ridwan Baswedan

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun ....

Telah Berpulang ke rahmatullah Aktivis Gerakan Reformasi, *Ridwan Rasyid Baswedan* pada hari Sabtu, 27 Mei 2017 pukul 00.50 di RSCM Jakarta.

Almarhum dirawat sejak 25 Februari 2017 karena serangan jantung dan berkelanjutan dengan komplikasi.

Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya dan mohon doanya untuk Almarhum Ridwan.

Jenazah akan disemayamkan di Rumah Duka, di Jalan Gunuk Raya No 16A, Poltangan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (link peta: https://goo.gl/maps/apK7WAdK6Bt)

Prosesi Pemakaman Hari Sabtu, 27 Mei 2017 sbb:
- Pukul 10.30: Berangkat dari Rumah Duka menuju Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru.
- Pukul 12.00: Disholatkan di Masjid Agung Al-Azhar (sesudah shalat Dzuhur)
- Pukul 12.30: Berangkat dari Masjid Al-Azhar menuju pemakaman TPU Tanah Kusir.

========
*Riwayat Singkat Alm Ridwan Baswedan*

Alm Ridwan Rasyid Baswedan, SE, MBA lahir pada 11 Juli 1973 di Yogayakarta, putra ketiga dari Alm. Drs A. Rasyid Baswedan SU dan Prof Dr Aliyah Alganis. Alm Ridwan menikah dengan Saviena Baraba ST dan tinggal di Jakarta. Almarhum bekerja sebagai direktur di sebuah perusahaan teknologi.

Sejak muda Alm Ridwan adalah seorang yang sangat aktif di lingkungannya; ketika SMA menjadi Ketua OSIS SMA 2 Yogyakarta, saat kelas 2 SMA dia terpilih menjadi siswa pertukaran pelajar SMA (AFS) ke Selandia Baru tahun 1991-1992. Saat mahasiswa dia menjadi Ketua Dewan Mahasiswa UII Yogyakarta 1996-1998 dan Ridwan merupakan tokoh mahasiswa yang memperjuangkan reformasi 1998. Menyelesaikan S1 bidang Ekonomi di Universitas Islam Indonesia di Yogyakarta dan mendapatkan MBA dari Leiden University, Belanda.

Alm Ridwan adalah adik kandung Anies Baswedan, dan yang mendampingi serta mengatur kegiatan sepanjang perjalanan kampanye. Almarhum merasa sakit pada 25 Februari 2017 saat dalam perjalanan menuju kegiatan sosialisasi mendampingi Anies Baswedan.

Mohon doa dan mohon dimaafkan semua kesalahan dan kekhilafan Alm Ridwan.

kita akan melewati Ramadhan. Di dalamnya banyak sekali keberkahan.

*RENUNGAN * Pada suatu masa, Raja Iskandar Zulkarnain beserta pasukannya hendak berangkat menaklukkan suatu daerah. Pagi hari sebelum berangkat, Iskandar Zulkarnain berpesan kepada pasukannya:

"Dalam perjalanan, nanti malam kita akan melintasi sungai. Ambillah apa pun yang terinjak yang ada di sungai itu."

Ketika malam tiba dan pasukan Iskandar Zulkarnain melintasi sungai, ada 3 golongan prajurit.

Golongan yang pertama tidak mengambil apa pun yang terinjak di sungai karena yakin itu hanya batu. Golongan yang kedua mengambil alakadarnya yang terinjak di sungai, sekedar mengikuti perintah raja. Yang ketiga mengambil sebanyak-banyaknya yang terinjak di sungai sehingga tasnya penuh dan kepayahan meneruskan perjalanan karena penuhnya bawaan.

Setelah melanjutkan perjalanan dan tiba pagi hari, Iskandar Zulkarnain bertanya kepada pasukannya, apa yang kalian dapatkan semalam? Ketika para prajurit memeriksa tasnya, ternyata isinya bermacam batu permata dan intan berlian, yang indah dan mahal harganya.

Prajurit yang tidak mengambil apa-apa sangat menyesal.
Prajurit yang mengambil ala kadarnya ada perasaan senang bercampur penyesalan. Prajurit yang sungguh-sungguh mengambil merasa sangat bahagia.

Cerita tersebut dikutip dari buku Tasawuf Modern karya Buya Hamka.

Tidak lama lagi kita akan melewati Ramadhan. Di dalamnya banyak sekali keberkahan. Dan kita memiliki 3 pilihan.

1. Melewati Ramadhan tanpa mengambil keberkahannya sedikit pun.

2. Melewati Ramadhan dengan mengambil keberkahan ala kadarnya.

3. Melewati Ramadhan dengan bersungguh-sungguh mengambil keberkahannya, dengan cara memperbanyak ibadah dan amal kebaikan lainnya.

Marhaban ya Ramadhan ya Kariim.

Semoga kita termasuk golongan yang mendapat magfirah, rahmah dan keberkahan Ramadhan 1438 H.

Aamiin Yaa Robbal 'Aalamiin.

ada kalanya seorang ank lebih jujur dri pada orang dewasa

Merinding

Itu.. serius anak SD?
Kok bisa.. 😢😢

Sesudah jumatan aku masih duduk di teras mesjid di salah satu kompleks sekolah. Jamaah mesjid sudah sepi, bubar masing-masing dengan kesibukannya.

Seorang nenek tua menawarkan dagangannya, kue traditional. Satu plastik harganya lima ribu rupiah. Aku sebetulnya tidak berminat, tetapi karena kasihan aku beli satu plastik.

Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras mesjid tak jauh dariku. Kulihat masih banyak dagangannya. Tak lama kulihat seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek. Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua.

Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk.

“Berapa harganya Nek?”
“Satu plastik kue Lima ribu, nak”, jawab si nenek.

Anak kecil itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari kantongnya dan berkata :

“Saya beli 10 plastik, ini uangnya, tapi buat Nenek aja kuenya kan bisa dijual lagi.”

Si nenek jelas sekali terlihat berbinar2 matanya :

“Ya Allah terima ksh bnyk Nak. Alhamdulillah ya Allah kabulkan doa saya utk beli obat cucu yg lagi sakit.” Si nenek langsung jalan.

Refleks aku panggil anak lelaki itu.

“Siapa namamu ? Kelas berapa?”
“Nama saya Radit, kelas 2, pak”, jawabnya sopan.
“Uang jajan kamu sehari lima puluh ribu?'”

” Oh .. tidak Pak, saya dikasih uang jajan sama papa sepuluh ribu sehari. Tapi saya tidak pernah jajan, karena saya juga bawa bekal makanan dari rumah.”
“Jadi yang kamu kasih ke nenek tadi tabungan uang jajan kamu sejak hari senin?”, tanyaku semakin tertarik.

“Betul Pak, jadi setiap jumat saya bisa sedekah Lima puluh ribu rupiah. Dan sesudah itu saya selalu berdoa agar Allah berikan pahalanya untuk ibu saya yang sudah meninggal. Saya pernah mendengar ceramah ada seorang ibu yang Allah ampuni dan selamatkan dari api neraka karena anaknya bersedekah sepotong roti, Pak”, anak SD itu berbicara dengan fasihnya.

Aku pegang bahu anak itu :

” Sejak kapan ibumu meninggal, Radit?”
“Ketika saya masih TK, pak”

Tak terasa air mataku menetes :

“Hatimu jauh lebih mulia dari aku Radit, ini aku ganti uang kamu yg Lima puluh ribu tadi ya…”, kataku sambil menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan ke tangannya.

Tapi dengan sopan Radit menolaknya dan berkata :

“Terima kasih banyak, Pak… Tapi untuk keperluan bapak aja, saya masih anak kecil tidak punya tanggungan… Tapi bapa punya keluarga…. Saya pamit balik ke kelas Pak”.

Radit menyalami tanganku dan menciumnya.

“Allah menjagamu, nak ..”, jawabku lirih.

Aku pun beranjak pergi, tidak jauh dari situ kulihat si nenek penjual kue ada di sebuah apotik. Bergegas aku kesana, kulihat si nenek akan membayar obat yang dibelinya.

Aku bertanya kepada kasir berapa harga obatnya. Kasir menjawab : ” Empat puluh ribu rupiah..”

Aku serahkan uang yang ditolak anak tadi ke kasir : ” Ini saya yang bayar… Kembaliannya berikan kepada si nenek ini..”

“Ya Allah.. Pak…”

Belum sempat si nenek berterima kasih, aku sudah bergegas meninggalkan apotik… Aku bergegas menuju Pandeglang menyusul teman-teman yang sedang keliling dakwah disana.

Dalam hati aku berdoa semoga Allah terima sedekahku dan ampuni kedua orang tuaku serta putri tercintaku yang sudah pergi mendahuluiku kembali kepada Allah.

Sahabat ada kalanya seorang ank lebih jujur dri pada orang dewasa,ajrkan lah ank2 kita dri dini tindakan nyata yg bukan teori semata.

Kisah ini dari hamba Alloh.

Silahkan di share sahabat

masjid ramah anak dan bagaimana membawa anak ke masjid

Membawa anak ke masjid..
Ramadhan segera tiba, mungkin akan muncul lagi diskusi soal masjid ramah anak dan bagaimana membawa anak ke masjid, si anak yang harus tertib atau seluruh jamaah yang harus maklum.
Mengakrabkan anak terutama anak lelaki dengan masjid memang sangat penting, tetapi tentu ada caranya, ada adabnya, bukan sekedar modal.." Ah.. nanti juga ngerti sendiri, namanya juga anak-anak." Bagi anak-anak, pergi ke masjid, pergi ke supermarket, pergi ke arisan keluarga atau ke tempat manapun dimana dia diharapkan berperilaku tertentu, sama menegangkannya seperti anda mau tampil di depan Gubernur. Jika anda akan tampil paduan suara di depan Gubernur, kira-kira perlu berapa kali latihan? Ada gladi kotor? Gladi bersih?
Anak-anak bukan orang dewasa yang dikecilkan, maka ia perlu berlatih menghadapi situasi baru. Bagaimana caranya? Mari optimalkan ikhtiar di pihak kita, bukan mengharapkan semua orang berubah sesuai maunya kita.
1. Lakukan briefing : Apa yang harus dilakukan di masjid, berapa lama waktunya (bawa timer digital jika sudah mulai mengenalkan tentang waktu), apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, apa yang boleh ia bawa jika ternyata sholat belum selesai dan ia lelah
2. Lakukan role playing di rumah : lakukan beberapa skenario, suasana ketika sedang sholat, suasana jika ada khutbah, anda berperan sebagai ortu, sebagai jamaah lain (jamaah ramah, jamaah galak, dll)
3. Mulailah dari waktu sholat yang pendek. misalnya sholat subuh atau maghrib (jangan tiba-tiba diajak tarawih yang waktunya panjang). Evaluasi hasilnya, mana yang perlu diperbaiki dan dilatih lagi
4. Ingat bahwa rentang perhatian anak masih terbatas, bagi anak balita mampu bertahan dalam kegiatan yang sama 20 menit itu sudah prestasi gemilang. mendekati 7 tahun hingga 10 tahun, maksimal 40 menit itu sudah luar biasaaa.. apalagi jika kegiatan itu dianggap kurang menarik
5. Tempatkan anak di posisi dekat dinding agar jika ia meninggalkan shaf tidak membuat shaf anda terputus
6. Secara sopan minta ijin dan minta maaf terlebih dahulu kepada jamaah di sekeliling anda jika nanti ada kondisi yang mungkin tidak mereka sukai (ini sekaligus menjadi contoh bagi anak tentang sopan santun dengan menghormati hal orang lain).

Semua persiapan ini sangat penting bukan sekedar agar orang lain tidak terganggu, tetapi juga mencegah anak mengalami perlakukan tidak menyenangkan di tempat yang seharusnya kelak ia cintai ini. Karena pengalama traumatis di usia dini, membekas cukup panjang dan dalam. Mungkin anak tidak ingat peristiwanya tetapi bisa jadi masjid menjadi anchor perasaan tidak nyaman bagi anak,
Usia berapa sebaiknya dimulai? Sejak anak sudah bisa memahami briefing dan role playing sederhana. Setiap anak berbeda-beda, ada anak salah satu alumni kelas kami yang usianya baru 1.5 tahun sudah faham, ada yang 4 tahun, ada yang 7 tahun, tergantung pola komunikasi dan kebiasaan di rumah anda. Anak yang memiliki kedekatan yang baik dan biasa diperlakukan respectful insyaaAllah memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik.

Okina Fitriani
Enlightening Parenting

Jika dirasa bermanfaat silahkan dibagikan

RESEP MASAKAN UTK BUKA PUASA* "KARE INDIA

Ijin share, pilihan resep untuk menu di bulan puasa

*RESEP MASAKAN UTK BUKA PUASA*

"KARE INDIA"..🍲🍵🍛

Yg pengen masakan Nasi briyani India dan suka masak, boleh dicoba berikut resepnya, benar2 original & otentik..

Bahan & bumbu :

1எனக்கு செக்ஸ் ் 3பத்தாண்டுகளுக்கு 1/2முன் நடந்த அனுபவம், முதன் 2முதலாக கையடிக்காமல் சுண்ணித்தண்ணியைபீயச்சிய அனுபவம். 1/3ஆங்கிலத்தில் சொல்வதானால், 1பக்கத்து வீட்டிற்கு யாரோ ஐயர் வீட்டுக்காரங்க குடி வந்திருக்காங்க என்று அம்மா கூறியபோத..

Cara memasak :

ு, அவ்வளவு சுவாரஸ்யம் காட்டவில்லை, ஆனால் விசாலம் மாமி எங்க வீட்டுக்குள் பிறை குத்த மோர் வாங்க நுழைந்த போது, நான் அசந்து விட்டேன். அவர்கள் புடவை கட்டியிருந்த நேர்த்தி முலை, இடுப்பு, குண்டி, என்று முக்கியமான அங்க அவயங்களை எடுப்பாக காட்டியது. பளிங்குபோன்ற அவளது இடுப்பு பகுதி, தொப்புள் தெரிந்தும் தெரியாமலும் காட்சி யளித்த விதம், லேசாக தெரிந்த முலைகள் என்று முதல்
எனக்கு செக்ஸ் மோகம் ஆரம்பித்த காலகட்டங்கள், பார்க்கும் பெண்ணோடெல்லாம் படுக்க வேண்டும்போன்ற எண்ணங்கள், உறவுகள் வயதுகள் வரைமுரையின்றி கனவுகள், மோகங்கள் என்று வாழ்ந்து திரிந்த காலம் அது, இப்போது அன்பான மனைவி, ஆசையான குழந்தைகள் என்று வாழ்ந்து கொண்டிருந்தாலும், அந்த காலத்து அனுபவங்களை அசைபோடுகையில் சுகமாகத் தான் இருக்கிறது, அந்த நினைவுகளில் பூல் எழும்பத்தான் . இது சுமார் ்

Selamat mencoba ‍‌‌‌‌‌‌‌‍‌‌‌😀‌‌‍‌‌‌‌‌‌‌

INDAHNYA BERBAGI .....

Inilah esensi bukti kecintaan HTI pada negeri ini dan bukti HTI dalam menjaga negeri ini. Catat!

📡 *BAGUS DAN VIRAL*

HTI KOMITMEN MENJAGA INDONESIA

Oleh Abdul Latif (Direktur Indo Politic Watch)

Berdasarkan pengamatan—fakta, empirik, data, dan lapangan—, HTI memiliki komitmen kuat. Khususnya menjaga Indonesia. Tak diragukan lagi, langkah politiknya meski bukan politik praktis masuk ke lingkar kekuasaan, sungguh sangat mengesankan. Bahkan, meski ada peluang masuk ke politik praktis, HTI lebih memilih ‘edukasi politik’ yang sering dilupakan politisi dan negarawan yang saat ini duduk di kursi kekuasaan.

HTI memiliki pandangan khas terkait konteks keindonesiaan. Berdasarkan pengamatan lapangan dan agenda yang pernah dilakukan HTI, temanya betul-betul ingin menjaga dan memerdekaan Indonesia dari penjajahan. HTI memandang bahwa negeri tercinta kita ini telah dikepung oleh para penjajah baik dari Timur maupun Barat. Secara fisik negeri ini memang merdeka. Tapi kalau ditelusuri dengan kejernihan berfikir, maka akan diketahui bahwa penjajah telah merubah langkah dari menjajah secara fisik atau militer ke penjajahan secara ekonomi, social, budaya, politik, hukum, dll. Negara – Negara besar kini dengan mudah menguasai negeri ini yang sudah terkenal mempunyai sumber daya alam yang sangat besar.

Selain itu negeri Indonesia mempunyai letak geografis yang strategis. Inilah yang menginspirasi Negara-negara asing untuk menguasai Indonesia. Lihatlah penguasaan gunung emas Freeport, minyak, hutan , pantai, dll. Semua itu kini telah banyak dikuasai asing dan aseng. Disinilah kiprah HTI yang sebenarnya yaitu menjelaskan kepada umat tentang bahayanya penjajahan ini dan berjuang membebaskan negeri zamrud khatulistiwa ini dari belenggu penjajahan. Inilah esensi dari dakwah dan perjuangan HTI untuk menjaga Indonesia dari imperialism modern.

Dalam setiap perjuangan senantiasa dibutuhkan pengorbanan. Kerikil-kerikil tajam akan selalu hadir di jalan perjuangan. Semua tantangan itu adalah upaya untuk menghancurkan perjuangan. Salah satu tantangan HTI saat ini adalah fitnah besar yang di galang oleh penjajah. Penjajah melelui antek-anteknya yang bertugas menjaga kepentingan penjajah membuat fitnah-fitnah dan membenturkan kelompok – kelompok masyarakat agar mereka sibuk dengan saudaranya sendiri. Tujuannya agar para penjajah aman dalam menguras semua kekayaan negeri ini. Para penjajah sangat faham bahwa rival mereka adalah orang-orang yang ahli politik dan itu adalah HTI. Dengan itu, maka penjajah menempatkan HTI sebagai musuh utama. Para penjajah tidak bisa berhadapan langsung dengan HTI, oleh karena itu mereka menciptakan makar-makar keji. Muncullah fitnah-fitnah dan stigma negative untuk menghadang HTI. Dari fitnah gerakan Wahabi, radikal, gak mau tahlilan, sampai terorisme. Tapi semua tak mampu menghadang dakwah HTI. Sebaliknya HTI semakin berpengaruh dan dicintai ummat.

Fitnah Tak Bertuah

Sungguh keji fitnah yang dituduhkan pada HTI. Media arus utama yang cenderung liberal, menjadi obor pegobar fitnah. Banyak yang tidak sadar bahwa fitnah yang diluncurkan justru semakin menunjukan a buse of power. Tak bisa dipungkiri, penguasa yang menyalahgunakan kekuasaan akan sangat mudah ‘menggebuk’ lawannya, meski inskonstitusional. Gelap mata dalam menjalankan kebijakannya. Sebenarnya penguasa saat ini berada pada pihak siapa: rakyat atau kepentingan kelompok?

Ide-ide dasar di negeri ini dijadikan mainan kepentingan elit. Penafsirannya berbelit-belit. Seolah menjaga tapi malah membuka peluang penjajah. Sadis dan ironis. Perlu kiranya penguasa jangan sampai membuat blunder yang kian menjauhkan dari rakyatnya. HTI tidak salah apa-apa. Justru penguasa harus berkaca, salah apa penguasa saat ini semakin ditinggal rakyatnya?

Komitmen HTI menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini tak diragukan. Hal ini diwujudkan dengan penolakan HTI pada disintegrasi wilayah Indonesia. Sayangnya, penguasa mengabaikan pesan-pesan HTI dan rakyat terkait OPM, Minahasa Merdeka, Timor-Timur, dan rongrongan penjajah. Penguasa terkadang terlihat diam dalam melihat segala upaya separatisme dan disintegrasi.

Komitmen

Komitmen keislaman HTI diwujudkan dengan menjaga persatuan dan ukhuwah sesama muslim. Tidak pernah HTI mengkafirkan orang lain. Jika HTI mengkafirkan orang, mengapa sampai saat ini HTI tidak pernah membangun masjid sendiri? Bukankah ibadah bersama orang kafir itu haram? Kalau HTI mengkafirkan orang lain mengapa banyak ulama’-ulama’ yang semakin dekat dengan HTI ? kalau HTI mau mengubah UUD, sudah berapa kali UUD diamandemen? Siapa yang mengamandemen? apakah HTI yang merubah UUD tersebut? Wahai orang-orang yang berakal, sadarilah fakta-fakta yang kami ketengahkan. Sungguh fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, dosa dan adzabnya sangat luar biasa. Janganlah jual akidah untuk kepentingan para penjajah.

Dan ingatlah jangan sampai kita menyesal diakherat kelak, semua perbuatan kita dipertanggungjawabkan dihadapan Allah swt. Janganlah kita diam karena kecintaan kita terhadap kenikmatan dunia yang fana ini dengan berdiam diri atas kedholiman yang terjadi dimana-mana ini. Inilah esensi bukti kecintaan HTI pada negeri ini dan bukti HTI dalam menjaga negeri ini. Catat!

Namanya Afi Nihaya Faradisa. Bagi yg gampang terpengaruh, jangan ikuti pemikirannya sungguh berbahaya Berikut ini salah satu contoh tulisan Afi yg dibantah habis

Satu lagi anak muda yg terkena paham liberal dan sekuler, yg dijadikan panutan banyak orang. Namanya Afi Nihaya Faradisa.

Bagi yg gampang terpengaruh, jangan ikuti pemikirannya sungguh berbahaya

Berikut ini salah satu contoh tulisan Afi yg dibantah habis sama salah satu temen FB saya

Monggo disimak:

Merespon tulisan ANF

(yg ada Quote nya itu tulisan Afi, yg sesudah tanda === itu bantahannya)

Quote: "Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak."
==========>
Orang yang lahir dari keluarga Muslim juga tidak ada jaminan istiqamah sampai mati, banyak yang murtad karena berbagai sebab. Termasuk murtad tanpa sadar karena tidak bangga dengan agamanya sendiri, atau merasa malu/inferior atas ajaran Islam, bahkan bersikap sok kafir.

Quote: "Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan. Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan."
==========>
Gembong Atheis, Richard Dawkins berkata: "Gen-gen memang membentuk kita, tapi tidak menentukan kita"

Pembentuk paling mendasar spesies manusia adalah gennya, hal-hal yang selain itu bisa diubah sesuka hatinya. Bahkan gen sebetulnya pun bisa berubah dengan adanya mutasi, sayangnya belum ada mutasi terkendali yang bisa memastikan sifat menguntungkan saja.

Jadi, kewarganegaraan bisa berubah dengan naturalisasi, misalnya Greg Nwokolo dan Christian Gonzales dahulu bukan WNI, tapi sekarang beliau berdua adalah WNI dan sudah bela timnas.

Sayangnya, meski Greg dan Gonzales tidak pernah korupsi, keduanya tidak mungkin jadi presiden. Pasalnya dalam pasal 6 UUD amandemen memberi syarat, Capres-Cawapres harus WNI sejak orok/bayi merah. Kasihan gak mereka?

Sedangkan nama pemberian orang tua itu bisa diubah, tinggal diurus di Catatan Sipil.

Adapun soal agama, sudah disebutkan bahwa selain banyak orang murtad, juga banyak yang menjadi mualaf. Setiap orang punya akal dan hawa nafsu, mau memilih mana. Ikut Islam sampai mati atau pilih kekafiran.

Yang bisanya cuma ngikut orang tuanya itu ya bayi, atau anak yang belum baligh. Apa kamu mau bilang bahwa semua orang masih seperti bocah?

Ajaran Islam tentang anak kecil pun sangat bijak, yaitu sesuai fitrahnya. Jadi, biarpun ada anak orang kafir (non-Muslim), lalu meninggal saat kecil, dia tetap bisa masuk surga.

Lain dengan yang sudah dewasa, lewat akal normal dan kesadarannya, maka semua perbuatannya harus dipertanggung jawabkan.

Quote: "Untungnya, saya belum pernah bersitegang dengan orang-orang yang memiliki warisan berbeda-beda karena saya tahu bahwa mereka juga tidak bisa memilih apa yang akan mereka terima sebagai warisan dari orangtua dan negara."
==========>
Kalau dengan orang yang lahir dari orang tua pengikut teroris IS*S (ideologi teroris) atau pemberontak separatis bagaimana? Pernah bersitegang gak nduk dengan mereka? Atau kamu tetap "merangkul" hangat mereka. Kan katanya tiap orang sekedar "terima warisan"?
#mikir

Quote: "Setelah beberapa menit kita lahir, lingkungan menentukan agama, ras, suku, dan kebangsaan kita. Setelah itu, kita membela sampai mati segala hal yang bahkan tidak pernah kita putuskan sendiri."
==========>
Konflik itu muncul bukan sebatas alasan SARA, tapi karena berbagai faktor yang tidak diketahui. Sebelum kamu lahir pun gen kamu berlomba dengan jutaan gen saudaramu (sel sperma). Akhirnya kamu menang dan mereka semua mati.

Dalam Islam yang ditekankan adalah sikap adil dan membela kebenaran dari berbagai kezhaliman. Karena di dunia ini tempatnya konflik. Sehingga perjuangan menegakkan keadilan adalah perjuangan seumur hidup. Inilah esensi Islam. Cuma orang bodoh yang bilang ini sebagai jalan salah.

Justru dalam Islam, mati membela hal-hal duniawi termasuk perkara ashobiyah, matinya mati jahiliyah.

Quote: "Sejak masih bayi saya didoktrin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Saya mengasihani mereka yang bukan muslim, sebab mereka kafir dan matinya masuk neraka. Sejak masih bayi saya didoktrin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Saya mengasihani mereka yang bukan muslim, sebab mereka kafir dan matinya masuk neraka. Ternyata, Teman saya yang Kristen juga punya anggapan yang sama terhadap agamanya. Mereka mengasihani orang yang tidak mengimani Yesus sebagai Tuhan, karena orang-orang ini akan masuk neraka, begitulah ajaran agama mereka berkata. Maka, Bayangkan jika kita tak henti menarik satu sama lainnya agar berpindah agama, bayangkan jika masing-masing umat agama tak henti saling beradu superioritas seperti itu, padahal tak akan ada titik temu."
==========>
Saya juga sering merenung mengapa non-Muslim masuk neraka. Jawabannya sederhana, karena mereka kufur terhadap ajaran Islam. Namun mereka memiliki kesempatan sampai ruhnya dicabut di batang leher untuk mengakui Allah.

Di lain sisi, yang Muslim pun punya peluang serupa untuk murtad karena godaan setan, pindah keyakinan atau hal-hal duniawi lain.

Agama itu ibarat sebuah kumpulan gagasan yang diyakini, sehingga pasti saling bersaing.

Ideologi-ideologi sekuler juga bersaing. Separatisme pun bersaing dengan negara. Kaum revolusionis terus bergerak menyiapkan apa yang mereka yakini ideal. Parpol bersaing cari muka merebut pemilih saat pemilu/pilkada, sampai bentrok dan ada yang mati.

Dan jangan lupakan tadi, jutaan gen saudaramu (dalam sel sperma) mati karena kalah bersaing.

Ingin meniadakan persaingan, berarti otomatis memunculkan konflik baru. Karena kamu harus memaksa mereka turut memimpikan utopiamu dengan membuang nilai aslinya.

Qoute: Jalaluddin Rumi mengatakan, "Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan; jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu, memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran secara utuh."
==========>
Saya tidak tahu konteks kalimat yang dipotong ini. Apakah Rumi berbicara tentang khilafiyah di internal umat Islam dalam memahami Al-Qur'an dan Hadits (kebenaran dari Tuhan), atau untuk kasus universal (semua manusia dan ideologinya).

Jika konteks perkataan Rumi bermaksud pada khilafiyah internal Muslim. Maka kalimat itu tidak nyambung dengan penggiringan opini di tulisanmu nduk.

Lalu jika konteksnya ternyata kasus universal, maka kalimat Rumi tidak rasional. Ingat ya, di seluruh dunia ini banyak keyakinan, ideologi dan gaya hidup.

Ada yang menyembah pohon karena mengklaim tuhan "nongkrong" di situ. Ada yang Komunis, ada yang hedonis, ada yang boros merusak bumi, ada pelacur, pezinah, teroris dan lain-lain.

Apa mau kamu bilang mereka semua "mewarisi" pecahan kebenaran dari Tuhan?

Quote: "Salah satu karakteristik umat beragama memang saling mengklaim kebenaran agamanya. Mereka juga tidak butuh pembuktian, namanya saja "iman"..."
==========>
Kalau pembuktian fisika adanya Tuhan itu memang tak mungkin, karena fisika adalah ilmu untuk mengobservasi makhluk ciptaan Tuhan.

Tapi, penerapan agama sebagai ilmu ada di dunia nyata. Banyak sekali metode pembuktian dan teori untuk mendukung kebenaran sebuah agama. Misalnya ilmu Hadits dan ushul fiqh.

Hukum syariat juga membutuhkan penelitian di dunia nyata agar bisa mengatasi berbagai masalah sosial. Jadi ada ajaran dasar yang diimani, sementara penerapannya membutuhkan ilmu.

Kamu kira sains tidak diawali dari dogma mendasar yang jadi pijakannya?

Quote "Manusia memang berhak menyampaikan ayat-ayat Tuhan, tapi jangan sesekali mencoba jadi Tuhan. Usah melabeli orang masuk surga atau neraka sebab kita pun masih menghamba."
==========>

Kalau pernyataanmu itu dibalik gini gimana nduk:

"Manusia memang berhak menyampaikan hukum/UU negara, tapi jangan sesekali mencoba jadi negara. Usah melabeli orang penjahat, koruptor, separatis, pemberontak, teroris, anti kebhinekaan, intoleran sebab kita pun masih coba jadi WNI yang baik"

Jadinya ketahuan kan gimana ga rasionalnya pernyataan kayak gitu? Karena definisi kesalahan bisa mengacu ke hukum negara. Jika hukumnya jelas, maka boleh saja melabeli.

Adapun melabeli orang sebagai kafir (orang yang ingkar pada Islam) dan akan masuk ke neraka itu domain hukum Islam yang sudah jelas diturunkan dalam Qur'an dan Hadits. Yang tidak boleh adalah mengkafirkan seorang Muslim. Dan "memuslimkan" orang kafir.

Masak bukan Islam disuruh sholat dan puasa? Dikubur dikafani? Ada-ada Gajah....

Quote: "Latar belakang dari semua perselisihan adalah karena masing-masing warisan mengklaim, 'Golonganku adalah yang terbaik karena Tuhan sendiri yang mengatakannya'. Lantas, pertanyaan saya adalah kalau bukan Tuhan, siapa lagi yang menciptakan para Muslim, Yahudi, Nasrani, Buddha, Hindu, bahkan ateis dan memelihara mereka semua sampai hari ini?"
==========>
Ini bukti kalau kamu tidak paham penciptaan Tuhan. Yang diciptakan-Nya adalah semua hal.

Apa yang pasti terjadi (qadar) dan semua kemungkinan/cara yang bisa terjadi (qadha), telah ditentukan-Nya.

Inilah bijaknya Tuhan, tiap orang bisa memilih (karena semua kemungkinan sudah disiapkan), sehingga ia bertanggung jawab atas pilihannya.

Apa kamu mau bilang teroris IS*S, PKI, maling, koruptor, pemerkosa, begal, dkk itu ada karena "dipelihara" oleh Tuhan. Lalu Tuhan disalahkan?

Yang begitu adalah pemikiran kaum jabariyah.

Adanya agama-agama selain Islam itu ada di ranah kehidupan sosial dan jadi persaingan. Dalam kacamata Islam, mereka tetap salah. Tapi dalam ranah muamalah, kita harus berbuat adil pada mereka.

Quote: "Tidak ada yang meragukan kekuasaan Tuhan. Jika Dia mau, Dia bisa saja menjadikan kita semua sama. Serupa. Seagama. Sebangsa.
Tapi tidak, kan?"
==========>
Apa kamu mau bilang teroris IS*S, PKI, maling, koruptor, pemerkosa, begal, dkk itu ada karena "dipelihara" oleh Tuhan?

Bukan saya mau menyamakan kelompok-kelompok ini dengan agama, tapi ini kritikan atas pemahaman salahmu tentang penciptaan Tuhan.

Ada, dan tercipta, itu bukan berarti benar atau diridhoi oleh-Nya.

Quote: "Apakah jika suatu negara dihuni oleh rakyat dengan agama yang sama, hal itu akan menjamin kerukunan? Tidak!
Nyatanya, beberapa negara masih rusuh juga padahal agama rakyatnya sama.
==========>
Di Indonesia, sama-sama Pancasilais, sering rusuh ketika politik, pemilu dll. Apa kamu mau bilang Pancasila tidak bisa meredam konflik?

Sekali lagi jangan menyederhanakan konflik dengan mengkambing hitamkan agama. Penyebab konflik itu rumit, bisa rezim kejam, settingan, adu domba, rebutan perempuan, persaingan tanah subur, penjajahan, pendudukan, sengketa bisnis dll.

Quote: "Sebab, jangan heran ketika sentimen mayoritas vs. minoritas masih berkuasa, maka sisi kemanusiaan kita mendadak hilang entah kemana."
==========>
Sentimen mayoritas vs minoritas di Indonesia itu cuma pseudo konflik, yang dibuat oleh kelompok tertentu agar "menggambarkan dirinya terzhalimi".

Sikap yang benar adalah, agar mencegah konflik negara harus adil. Sehingga mayoritas diberi amanah untuk melindungi, sementara minoritas diberi amanah untuk menjaga rasa menghormati.

Quote: "Bayangkan juga seandainya masing-masing agama menuntut agar kitab sucinya digunakan sebagai dasar negara. Maka, tinggal tunggu saja kehancuran Indonesia kita."
==========>
Banyak yang menafsirkan sila-sila Pancasila itu sesuai dengan ajaran Islam, sampai dicocok-cocokkan dengan ayat Al-Qur'an, dan yang melakukannya termasuk sejumlah pejabat negara, apa mau kamu bilang mereka akan menghancurkan NKRI?

Saya sarankan kamu baca lagi sejarah pembentukan negara. Kelompok Islam sudah ngalah demi alasan "maslahat lebih besar".

Coba cari pendapat MUI tentang dasar negara, yaitu sebuah "perjanjian". Karena bersifat perjanjian, maka di konsepnya harus ada yang bisa diterima oleh orang Islam.

Kalau tafsiran perjanjiannya digeser-geser menjadi sekuler, alias tidak bisa diterima kelompok Islam, maka itulah si tukang perusak ketenangan.

Quote: "Karena itulah yang digunakan negara dalam mengambil kebijakan dalam bidang politik, hukum, atau kemanusiaan bukanlah Alquran, Injil, Tripitaka, Weda, atau kitab suci sebuah agama, melainkan Pancasila, Undang-Undang Dasar '45, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam perspektif Pancasila, setiap pemeluk agama bebas meyakini dan menjalankan ajaran agamanya, tapi mereka tak berhak memaksakan sudut pandang dan ajaran agamanya untuk ditempatkan sebagai tolok ukur penilaian terhadap pemeluk agama lain. Hanya karena merasa paling benar, umat agama A tidak berhak mengintervensi kebijakan suatu negara yang terdiri dari bermacam keyakinan."
==========>
Boleh saja agama mengintervensi kebijakan negara, ini dijamin sejak NKRI berdiri. Misalnya menuntut membasmi kemaksiatan dan perzinahan, serta aturan ketertiban beribadah oleh negara.

Terlebih, hukum sipil yang dipakai masih berasal dari warisan penjajah Belanda. Dimana yang dianggap berzinah adalah perselingkuhan. Suka sama suka dianggap bukan perzinahan. Pelacur dan homo pun tidak ada hukumnya.

Dulu pornografi tidak melanggar hukum sebelum UU anti Pornografi.

Maka, aspirasi apapun itu hak setiap golongan, yang penting diperjuangkan secara fair.

Kalau umat Islam menuntut negara mengadopsi hukum pidana baru sesuai syariat, maka ini hak yang dilindungi secara demokratis. Seandainya nih, hukum qisas pembunuhan (yang terbukti adil) diadopsi dalam hukum pidana, lalu disetujui oleh non-Muslim setelah perdebatan sengit untuk diyakinkan. Kamu siapa melarang-larang?

Masak hukum warisan Belanda dianggap "menyatukan NKRI", lalu hukum Islam dari Allah langsung dituduh menghancurkan kedamaian?

#mikir

Quote: "Suatu hari di masa depan, kita akan menceritakan pada anak cucu kita betapa negara ini nyaris tercerai-berai bukan karena bom, senjata, peluru, atau rudal, tapi karena orang-orangnya saling mengunggulkan bahkan meributkan warisan masing-masing di media sosial."
==========>
Yang sangat mengancam negara ini adalah orang-orang sekuler yang berambisi menendang pengaruh agama dari negara. Membentur-benturkan mayoritas dengan minoritas. Melarang-larang aspirasi umat Islam dengan alasan "bahayakan keutuhan negara", padahal ini negara berdemokrasi.

"Ketika negara lain sudah pergi ke bulan atau merancang teknologi yang memajukan peradaban, kita masih sibuk meributkan soal warisan."
==========>
Memangnya manfaat apa setelah sampai ke Bulan? Ada gitu SDA yang bisa ditambang dari Bulan untuk mengganti biaya ekonomi yang habis dipakai untuk misi?

AS saja sudah enggan meluncurkan misi ke Bulan, malah lebih memilih misi perang ke Irak yang kaya minyak dan Afghanistan yang kaya tambang Lithium.
busana muslim busana muslim Blus terbaru

Komentar Teman-teman

dari GMP: Setting AMDK dan Filter

... Peluang Usaha - Program Butik Online Tanpa Modal

Program Butik Online tanpa modal adalah program terbaru dari Mode Ok-Rek dengan misi untuk mendukung penjual/reseller ok-rek semakin kreatif dalam mengolah pasarnya, dan memberikan pencerahan pada dunia fashion .... Selengkapnya >>>
Persewaan Alat Pesta, Tenda /terop, meja kursi, alat makan di Sidoarjo dan Surabaya.

.


.
.
.














Wiremesh murah hubungi Afandi
0878 525 808 85; 082140 031 207.
Ada juga besi beton murah.

Desain dan Produksi Mode dan Busana

Tampil di blog ini