Praktek Tata Panggung

Praktek Tata Panggung

Praktek tata panggung dimulai sejak menerima naskah lakon yang hendak dipentaskan. Tidak bisa seorang penata panggung hanya bekerja berdasarkan pesanan seorang sutradara untuk membut set tertentu tanpa membaca naskah lakon terlebih dahulu. Penata panggung bukanlah seorang pekerja yang hanya menjalankan perintah dari sang sutradara atau penata artistik (sutradara artistik). Ia harus mampu mengembangkan imajinasinya dan mewujudkannya dalam karya tata panggung.

Mempelajari Naskah

Seperti yang telah diuraikan di atas, tugas penata panggung dimulai sejak ia menerima naskah lakon yang akan dimainkan. Seluruh imajinasi ruang atau tempat berlangsungnya cerita dapat dipelajari melalui naskah lakon. Tugas penata panggung pada tahap ini adalah menemukan detil lokasi kejadian pada setiap adegan dalam cerita. Semuanya ditulis dengan lengkap dan didata.

- Lokasi kejadian (menunjukkan tempat berlangsungnya cerita)
- Waktu kejadian (menunjukkan tahun, dekade, atau era kejadian)
- Bentuk atau struktur bangunan sesuai dengan lokasi dan waktu
- Model atau gaya perabot sesuai dengan lokasi dan waktu
- Lingkungan tempat kejadian (suasana lingkungan yang mendukung)
- Peralatan apa saja yang diperlukan (piranti tangan untuk para pemain seperti; tongkat, senjata, dan lain sebagainya) - Perpindahan lokasi kejadian dari babak atau adegan satu ke adegan lain
- Suasana yang dikehendaki pada setiap adegan

Semua data tersebut digunakan untuk pedoman pembuatan set. Perkiaraan gambaran lengkap set sudah bisa didapatkan melalui datadata tersebut. Selanjutnya, penata panggung bisa membuat sketsa tata panggung berdasar data tersebut. Sketsa ini masih berupa gambaran kasar yang membutuhkan penyesuaian dengan konsep tata artistik secara menyeluruh. Misalnya, lokasi kejadian adalah di sebuah ruang tamu dalam rumah sederhana di pedesaan. Penata panggung kemudian secara bebas membuat sketsa ruang tersebut.

Diskusi Dengan Sutradara dalam Tata Panggung


Menghadiri Latihan

Setelah menentukan gambar tata panggung, maka trugas penata panggung adalah menghadiri latihan. Tata panggung tidak hanya berkaitan dengan keindahan set dekor tetapi juga berkaitan dengan lalu lintas pemain di atas panggung. Tata panggung yang baik tidak ada gunanya jika tidak dapat menyediakan ruang bermain yang leluasa bagi
para aktor. Pertimbangan area permainan sangatlah penting.
Bagaimanapun juga tata panggung tidaklah dapat bergerak atau
hidup sebagaimana aktor. Oleh karena itu, ruang yang disediakan untuk
para aktor dapat menghidupkan gambaran tata panggung yang telah
dibuat. Untuk mengetahui detil gerak-gerik aktor di atas pentas maka
jalan yang terbaik adalah menghadiri latihan. Semakin sering menghadiri
latihan, penata panggung akan semakin tahu ruang yang dibutuhkan oleh
aktor untuk bergerak. Dengan demikian ia dapat memperkirakan volume
set dekor yang akan dibuat.

Mempelajari Panggung dalam Praktek Tata Panggung


Membuat Gambar Rancangan Tata Panggung


Penyesuaian Akhir
Seperti yang telah disebutkan di atas. Setelah mendapatkan
penyesuaian dari tim artistik tahap berikutnya adalah membuat gambar
rancangan final sesuai kesepakatan. Untuk memberikan kejelasan baik
bagi sutradara, pemain, dan tim artistik lain, gambar rancangan ini dibuat
dari berbagai macam sudut. Minimal tiga sudut yaitu tampak depan,
sudut kiri atas, dan sudut kanan atas. Jika ada dekor khusus maka harus
dibuatkan gambar detil secara khusus. Di bawah ini adalah serangkaian
gambar rancangan final hasil penyesuaian akhir yang dilihat dari tiga
sudut, yaitu tampak depan atas, kiri atas, dan kanan atas.

 
Desain tata panggung 2 tampak kiri atas

Membuat Maket
Tahap akhir sebelum proses pengerjaan tata panggung adalah
membuat maket atau replika tata panggung. Langkah ini bukanlah suatu
keharusan dalam proses penataan panggung, tetapi maket akan
memberikan gambaran nyata tata panggung yang akan dikerjakan. Kru
tata panggung menggunakan maket sebagai dasar kerja visualisasi tata panggung yang sesungguhnya. Berdasar maket ini pula, sutradara dapat
memberikan arahan blocking langsung secara konkrit kepada aktor.

Pergantian atau perpindahan perabot kecil yang ada dalam tata
panggung juga dapat dijelaskan dengan baik melalui maket. Intinya,
dengan adanya maket maka pemain akan mendapatkan gambaran
sejelas-jelasnya tata panggung yang disediakan.

Pengerjaan Praktek Tata Panggung

Selengkapnya tentang TATA PANGGUNG untuk Pementasan / Teater

Ustadz, apakah keadaan surga itu sama dengan dunia?

Ustadz, apakah keadaan surga itu sama dengan dunia?

dari: http://pondok.omasae.com/2013/07/apakah-keadaan-surga-itu-sama-dengan.html

Apakah keadaan Surga itu sama dengan dunia

Adam Cholil
Alhamdulillaah.. baru selesai khutbah dan pengajian ba’da jum’at di msjd MIFTAHUL JANNAH Pangalangan (blkng citraland surabaya). Dalam sessi dialog tadi seorang bapak tua bertanya tentang surga. Semoga Allah memasukkan bapak tersebut ke dalam surgaNya.. nampaknya dia rindu ingin masuk surga. Sampai dia menanyakan apakah keadaan surga itu sama dengan dunia? para jama’ah lain serempak melirik ke arah bapak itu. mungkin bagi mereka ini pertanyaan bodoh. tapi bagi saya ini pertanyaan penuh makna. ‪#‎rinduSURGA‬

Afandi Kusuma 
Ustadz, apakah keadaan surga itu sama dengan dunia?

Neng Herlina Jusuf 
(¤_¤)

Neng Herlina Jusuf 
Apakah di syurga kita masih bisa mengenal orang2 yg kita sayang selain keluarga kita ustadz ?

Nisrina Nitisastro 
Subhanalllah….

Adam Cholil 
Kang Fandi: terkait gambaran surga kita bisa lihat diantaranya pada QS. 3:133 …surga yg luasnya seluas langit & bumi. sedangkan isinya bisa kita lihat pada banyak ayat di surat arrahman dan waqi’ah. namun yg patut dicatat bhw apa yg ada di surga itu …Lihat Selengkapnya

Adam Cholil 
Neng Herlina: di akhirat nanti semua org bisa mengenal dan mengetahui keadaan org yg dulu dikenalnya sewaktu di dunia. apkh dia msk surga atau neraka. bahkan org yg saling mencintai krn Allah akan bersama kekasihnya di akhirat nanti saat ia berada di mahsyar krn dikumpulkan di bawah ‘arasy ALLAH. lihat hadis 7 golongan yg akan dinaungi dibawah naungan ‘arasy ALLAH. (HR. Muttafaq ‘alaih)

Neng Herlina Jusuf 
Orang yg bertemu dan berpisah karena alloh itu seperti apa, mhn penjelasnnya? Syukron

Adam Cholil 
Neng Herlina: 2 org yg bertemu & berpisah krn ALLAH maksudnya adalah bhw kebersamaan mereka akan terus jika keduanya masih berkomitmen menjaga persahabatan dlm ketaatan kpd Allah. jika salahsatunya melakukan pelanggaran komitmen dan dia bermaksiat kpd …Lihat Selengkapnya

Neng Herlina Jusuf 
Syukron… Tp klw bgtu berarti mereka ga mungkin bertemu lagi di syurga krn yg satux tdk mau berbuat baik…. Klw yg dimaksud kelak mereka akan bersama diyurga itu seperti apa? Afwan

Adam Cholil 
yg dimaksud mereka masuk surga krn mereka saling mencintai krn Allah. jika salasatunya bermaksiat kpd Allah berarti ia batal dan tdk dijamin masuk surga.


وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (QS. 3:133)

PUSTAKA dalam Pemeranan / Teater

DAFTAR PUSTAKA

A. Adjib Hamzah, 1985. Pengantar Bermain Drama. Bandung: CV Rosda

A. Kasim Achmad, 2006. Mengenal Teater Tradisional di Indonesia,
Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta.

Afrizal Malna, “Anatomi Tubuh dan Kata: Teater Kontemporer Sebuah
Indonesia Kecil”, dalam, Taufik Rahzen, ed. 1999. Ekologi
Teater Indonesia, Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan
Indonesia.

Arthur S. Nalan, 2006, Teater Egaliter. Bandung: Sunan Ambu Press,
STSI Bandung.

Bakdi Soemanto, 2001. Jagad Teater. Yogyakarta: Media Pressindo

Boen S. Oemarjati, 1971. Bentuk Lakon Indonesia. Jakarta: PT Gunung
Agung

Bruce Burton, 2006. Creating Drama. Melbourne: Pearson Education
Australia

Christian Hugonnet & PierreWalder, 1998. Stereo Sound Recording,
John Wiley & Sons Ltd.

David Grote, 1997. Play Directing in the School, a Drama Director’s
Survival Guide. Colorado: Meriwether Publishing Ltd.

Eka D. Sitorus, 2002. The Art of Acting, Seni Peran untuk Teater, Film
dan TV. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Francis Reid, 1977. The Stage Lighting Hand Book. London: Pitman
Publishing.

Gerald Millerson, 1985. The Technique of Television Production. London:
Foal Press.

Glynne Wickham, 1992. A History of The Theatre. London: Phaidon
Press Limited.

Herman J. Waluyo, 2001. Drama Teori dan Pengajarannya. Yogyakarta:
PT. Hanindita Graha Widia.

Jakob Sumardjo, 2004. Perkembangan Teater Modern dan Sastra Drama
Indonesia. Bandung: STSI PRESS.

Katsuttoshi, 1987. Audio for Television, NHK Comunication Training
Institute.

Konstantin Stanislavski,1980. Persiapan Seorang Aktor terj. Asrul Sani.
Jakarta: Dunia Pustaka Jaya

Litz Pisk, 1985. Aktor dan Tubuhnya, terj. Fritz G.Schadt. Jakarta:
Yayasan Citra.

Mark Carpenter, 1988. Basic Stage Lighting. Kensington: New South
Wales University Press.

Marsh Cassady, 1997. Characters in Action, Play Writing the Easy Way.
Colorado: Meriwether Publishing Ltd.

Martin Esslin, 1981. An Anatomy of Drama. Great Britain: Cox &Wyman
Ltd, Reading, 1981.

Mary McTigue, 1992. Acting Like a Pro, Who’s Who, What’s What, and
the Way Things Really Work in the Theatre, Ohio: Better Way
Books.

Michael Huxley, Noel Witts (Ed.), 1996. The Twentieth Century
Performance Reader. London: Routledge.

Rene Wellek & Austin Warren, 1989. Teori Kesusastraan. Jakarta: PT
Gramedia.

Richard Fredman, Ian Reade, 1996. Essential Guide to Making Theatre.
London: Hodden & Stoughton.

Rikrik El Saptaria, 2006. Panduan Praktis Akting untuk Film dan Teater,
Acting Handbook. Bandung: Rekayasa Sains.

RMA Harymawan, 1993. Dramaturgi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Robert Cohen, 1994. The Theatre. California: Mayfield Publishing
Company.

Suyatna Anirun, 1998. Menjadi Aktor. Bandung: STB, Taman Budaya
Jawa Barat dan PT. Rekamedia Multiprakarsa.

Yudiaryani, 2002. Panggung Teater Dunia Perkembangan dan
Perubahan Konvensi. Yogyakarta: Pustaka Gondho Suli.

.
DAFTAR PUSTAKA

A. Adjib Hamzah, 1985. Pengantar Bermain Drama. Bandung: CV Rosda

A. Kasim Achmad, 2006. Mengenal Teater Tradisional di Indonesia,
Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta.

Afrizal Malna, “Anatomi Tubuh dan Kata: Teater Kontemporer Sebuah
Indonesia Kecil”, dalam, Taufik Rahzen, ed. 1999. Ekologi
Teater Indonesia, Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan
Indonesia.

Arthur S. Nalan, 2006, Teater Egaliter. Bandung: Sunan Ambu Press,
STSI Bandung.

Bakdi Soemanto, 2001. Jagad Teater. Yogyakarta: Media Pressindo

Boen S. Oemarjati, 1971. Bentuk Lakon Indonesia. Jakarta: PT Gunung
Agung

Bruce Burton, 2006. Creating Drama. Melbourne: Pearson Education
Australia

Christian Hugonnet & PierreWalder, 1998. Stereo Sound Recording,
John Wiley & Sons Ltd.

David Grote, 1997. Play Directing in the School, a Drama Director’s
Survival Guide. Colorado: Meriwether Publishing Ltd.

Eka D. Sitorus, 2002. The Art of Acting, Seni Peran untuk Teater, Film
dan TV. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Francis Reid, 1977. The Stage Lighting Hand Book. London: Pitman
Publishing.

Gerald Millerson, 1985. The Technique of Television Production. London:
Foal Press.

Glynne Wickham, 1992. A History of The Theatre. London: Phaidon
Press Limited.

Herman J. Waluyo, 2001. Drama Teori dan Pengajarannya. Yogyakarta:
PT. Hanindita Graha Widia.

Jakob Sumardjo, 2004. Perkembangan Teater Modern dan Sastra Drama
Indonesia. Bandung: STSI PRESS.

Katsuttoshi, 1987. Audio for Television, NHK Comunication Training
Institute.

Konstantin Stanislavski,1980. Persiapan Seorang Aktor terj. Asrul Sani.
Jakarta: Dunia Pustaka Jaya

Litz Pisk, 1985. Aktor dan Tubuhnya, terj. Fritz G.Schadt. Jakarta:
Yayasan Citra.

Mark Carpenter, 1988. Basic Stage Lighting. Kensington: New South
Wales University Press.

Marsh Cassady, 1997. Characters in Action, Play Writing the Easy Way.
Colorado: Meriwether Publishing Ltd.

Martin Esslin, 1981. An Anatomy of Drama. Great Britain: Cox &Wyman
Ltd, Reading, 1981.

Mary McTigue, 1992. Acting Like a Pro, Who’s Who, What’s What, and
the Way Things Really Work in the Theatre, Ohio: Better Way
Books.

Michael Huxley, Noel Witts (Ed.), 1996. The Twentieth Century
Performance Reader. London: Routledge.

Rene Wellek & Austin Warren, 1989. Teori Kesusastraan. Jakarta: PT
Gramedia.

Richard Fredman, Ian Reade, 1996. Essential Guide to Making Theatre.
London: Hodden & Stoughton.

Rikrik El Saptaria, 2006. Panduan Praktis Akting untuk Film dan Teater,
Acting Handbook. Bandung: Rekayasa Sains.

RMA Harymawan, 1993. Dramaturgi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Robert Cohen, 1994. The Theatre. California: Mayfield Publishing
Company.

Suyatna Anirun, 1998. Menjadi Aktor. Bandung: STB, Taman Budaya
Jawa Barat dan PT. Rekamedia Multiprakarsa.

Yudiaryani, 2002. Panggung Teater Dunia Perkembangan dan
Perubahan Konvensi. Yogyakarta: Pustaka Gondho Suli.

Desain Balok Statis Tak Tentu

Desain Balok Statis Tak Tentu
Proses desain balok menerus sama saja dengan proses desain balok sederhana. Apabila momen maksimum yang dapat terjadi pada struktur telah diketahui, selanjutnya ditentukan penampang struktur yang cukup untuk memikul momen itu. Prinsip mengenai distribusi material secara optimal di suatu penampang melintang juga dapat diterapkan pada balok menerus.

Beberapa hal khusus yang perlu diperhatikan dalam desain balok statis tak tentu ini diuraikan sebagai berikut:

(1) Desain Momen, secara praktis seperti pada Tabel.
(2) Penentuan Penampang Balok Menerus
Penentuan ukuran suatu penampang melintang balok menerus tergantung pada besar momen yang ada pada penampang tersebut.
Tinggi struktur yang dibentuk disesuaikan dengan momen lentur yang ada.

(3) Penggunaan Titik Hubung Konstruksi
Karena alasan pelaksanaan, kesulitan sering terjadi dalam membuat elemen struktur menerus yang panjang, karena seringnya digunakan titik pelaksanaan (construction joints). Untuk memudahkan
pembuatan titik konstruksi, titik-titik itu diletakkan di dekat, atau pada titik belok. Dengan demikian, titik pelaksanaan tidak perlu dirancang untuk memikul momen. Jadi hanya merupakan titik hubung sendi.
Dengan menggunakan kondisi momen nol pada titik belok, perilaku balok menerus tersebut dapat dimodelkan sebagai strutur statis tertentu.

(4) Pengontrolan Distribusi Momen
Momen yang timbul pada balok menerus dapat dirancang secara cermat oleh perencana. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mengatur bentang dan beban pada struktur.

Beton bertulang merupakan salah satu contoh material yang cocok untuk digunakan pada balok menerus. Kontinuitas dapat diperoleh dengan mengatur penulangan balok beton bertulang tersebut. Tulangan baja diletakkan pada daerah dimana terjadi tegangan tarik. Banyaknya tulangan di setiap lokasi tergantung pada momen yang timbul.

Selengknya tentang ANALISIS SISTEM STRUKTUR BANGUNAN

Rangka Batang Bidang dan Rangka Batang Ruang

e. Rangka Batang Bidang dan Rangka Batang Ruang
Rangka batang bidang memerlukan material lebih sedikit daripada rangka batang tiga dimensi untuk fungsi yang sama. Dengan demikian, apabila rangka batang digunakan sebagai elemen yang membentang satu arah, sederetan rangka batang bidang akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan sederetan rangka batang ruang (tiga dimensi).
Sebaliknya, konfigurasi tiga dimensi seringkali terbukti lebih efisien dibandingkan beberapa rangka batang yang digunakan untuk membentuk sistem dua arah. Rangka batang tiga dimensi juga terbukti lebih efisien bila dibandingkan beberapa rangka batang yang digunakan sebagai rangka berdiri bebas (tanpa balok transversal yang menjadi penghubung antar rangka batang di tepi atas). Hal ini seperti ditunjukan pada Gambar



Selengkapnya tentang ANALISIS SISTEM STRUKTUR BANGUNAN

Konfigurasi dan Tinggi Rangka Batang (Desain Rangka Batang)

Beberapa bentuk konfigurasi eksternal rangka batang yang umum digunakan seperti ditunjukan pada Gambar . Konfigurasi eksternal selalu berubah-ubah, begitu pula pola internalnya. Konfigurasi-konfigurasi ini dipengaruhi oleh faktor eksternal, tinjauan struktural maupun konstruksi.


Masing-masing konfigurasi mempunyai tujuan yang berbeda. Beberapa hal yang menjadi bahasan penting dalam konfigurasi rangka batang adalah :

(1) Faktor Eksternal
Faktor-faktor eksternal memang bukanlah hal yang utama dalam menentukan konfigurasi rangka batang. Namun faktor eksternal juga dapat mempengaruhi bentuk-bentuk yang terjadi.

(2) Bentuk-bentuk Dasar
Ditinjau dari segi struktural maupun konstruksi, bentuk–bentuk dasar yang digunakan dalam rangka batang merupakan respon terhadap pembebanan yang ada. Gaya-gaya internal akan timbul sebagai respon terhadap momen dan gaya geser eksternal. Momen lentur terbesar pada umumnya terjadi di tengah rangka batang yang ditumpu sederhana yang dibebani merata, dan semakin mengecil ke ujung. Gaya geser eksternal terbesar terjadi di kedua ujung, dan semakin mengecil ke tengah.

(3) Rangka Batang Sejajar
Pada rangka batang dengan batang tepi sejajar, momen eksternal ditahan terutama oleh batang-batang tepi atas dan bawah. Gaya geser eksternal akan dipikul oleh batang diagonal karena batang-batang tepi berarah horisontal dan tidak mempunyai kontribusi dalam menahan gaya arah vertikal. Gaya-gaya pada diagonal umumnya bervariasi mengikuti variasi gaya geser dan pada akhirnya menentukan desain batang.

(4) Rangka Batang Funicular
Rangka batang yang dibentuk secara funicular menunjukan bahwa secara konsep, batang nol dapat dihilangkan hingga terbentuk konfigurasi bukan segitiga, namun tanpa mengubah kemampuan struktur dalam memikul beban rencana. Batang-batang tertentu yang tersusun di sepanjang garis bentuk funicular untuk pembebanan yang ada merupakan transfer beban eksternal ke tumpuan. Batang-batang lain adalah batang nol yang terutama berfungsi sebagai bracing. Tinggi relatif pada struktur ini merupakan fungsi beban dan lokasinya.

c. Tinggi Rangka Batang
Penentuan tinggi optimum yang meminimumkan volume total rangka batang umumnya dilakukan dengan proses optimasi. Proses optimasi ini membuktikan bahwa rangka batang yang relatif tinggi terhadap bentangannya merupakan bentuk yang efisien dibandingkan dengan rangka batang yang relatif tidak tinggi. Sudut-sudut yang dibentuk oleh batang diagonal dengan garis horisontal pada umumnya berkisar antara 300 – 600 dimana sudut 450 biasanya merupakan sudut ideal.
Berikut ini pedoman sederhana untuk menentukan tinggi rangka batang berdasarkan pengalaman. Pedoman sederhana di bawah ini hanya untuk pedoman awal, bukan digunakan sebagai keputusan akhir dalam desain.

Jenis Rangka Batang :
Rangka batang dengan beban relatif ringan dan berjarak dekat
Tinggi :
1/20 dari bentangan

Jenis Rangka Batang  :
Rangka batang kolektor sekunder yang memikul reaksi yang dihasilkan oleh rangka batang lain
Tinggi :
1/10 dari bentangan

Jenis Rangka Batang :
Rangka batang kolektor primer yang memikul beban sangat besar, misalnya: rangka batang yang memikul beban kolom dari gedung bertingkat banyak
Tinggi :
1/4 atau 1/5 dari bentangan


Selengkapnya tentang ANALISIS SISTEM STRUKTUR BANGUNAN

Bisnis Depo Air Minum Isi Ulang



Ingin berhasil Bisnis Depo Air Minum?

Apa sih untungnya bisnis depo air minum isi ulang? Udah modalnya mahal, apa bener bisa untuk jutaan rupiah setiap bulan?. Orang sering kali takut memulai sesuatu karena terganjal dengan modal yang besar atau bahkan takut ribet.

Bisnis Depo Air Minum memang modalnya di awal tidak kecil. Ada yang perlu uang 25jt untuk memulai usaha depo air minum. Bahkan ada yang perlu mengeluarkan uang 77jt untuk mendapatkan paket depo yang lumayan besar kinerjanya, dilengkapi dengan berbagai mesin untuk meningkatkan mutu produk yang dihasilkan.

Berhasil tidaknya sebuah usaha terletak pada performa mesin, manajemen pengelolaan, dan pemasaran. Ingin berhasil usaha air minum isi ulang?

Silahkan hubungi kami di Whatsapp 0856 0741 7153
Disalin dari depoairgalon.blogspot.co.id
busana muslim busana muslim Blus terbaru
Memuat...

Komentar Teman-teman

dari GMP: Setting AMDK dan Filter

... Peluang Usaha - Program Butik Online Tanpa Modal

Program Butik Online tanpa modal adalah program terbaru dari Mode Ok-Rek dengan misi untuk mendukung penjual/reseller ok-rek semakin kreatif dalam mengolah pasarnya, dan memberikan pencerahan pada dunia fashion .... Selengkapnya >>>
Persewaan Alat Pesta, Tenda /terop, meja kursi, alat makan di Sidoarjo dan Surabaya.

.


.
.
.














Wiremesh murah hubungi Afandi
0878 525 808 85; 082140 031 207.
Ada juga besi beton murah.

Desain dan Produksi Mode dan Busana

Tampil di blog ini